Purnama datang…
Titik cinta memebias di pantulan bening matamu
Di awal aku dan kau menguasai kegelapan
Menemukanmu dalam kepedihan
Kau menangis mengadu hati mengenaskan
Bagai daun merenungi gugur
Bagai bunga melamunkan semi
Oh…kekasih surga
Jangan biarkan kelopak itu beranak sungai
Lingkar mata itu terlalu indah untuk kau tangisi
Inginku menatap matamu
Meneduhkan kehampaanmu
Tuhan…
Bersama waktu yang kian berlalu
Bersama musim di sepanjang usia
Izinkan aku meraga bersamanya
Mengiringi setiap langkah mengikuti takdir
Membawa hari-hari ajari kedewasaan
Sisakan kisah-kisah cinta di balik wajah tua
Hingga aku dan kaupun bahagia
Sampai ujung berakhirnya dunia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar