Senin, 10 Juni 2013

Puisi "Menemu dan Memisah"

Biarkan aku
Menampaki rerumputan tanpa memandang
Melangkah kaki meninjak tanah tak terkira
Biarkan aku
Berlalu di hadapanmu
Telanjang kaki tinggalkan bayanganmu
Sejak purnama menyatukan kita
Menemu dan memisah
Disini…
Aku dank au hanya melukis dosa tak terjamah
Tanpa kita mengukur berapa leleh keringatnya
Tanpa berlogika tentang mereka yang membangun surga dalam genangan air mata
Laki-laki dan perempuan itu menangis
Namun ada luka di sudut bening matamu
Asal kau tahu !
Aku telah bosan
Melihatnya yang menangis
Dan asal kau tau !
Aku mencintaimu
Sekiranya cobaan menyadarkan kita
Setegar karang kita bertahan
Kita harus dan harus
Memilih dari ingkar dan menepati
Keyakinan bukanlah takdir
Jika mudah akan tersesat
Jika sulit akan mengerti
Bersama waktu yang kian berlalu
Perlu kita memikirkan rencana
Oh….kekasih surgaku
Janur kuning itu tunduk melengkung
Aku dank au saling berbalas senyum
Mendamba hidup yang lama tercita
Pintaku pada yang Esa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar