Di publikasi oleh : Intan Nur K
KARYA TANPA NAMA (Unknown Author)
Suatu hari seekor anjing memasuki rumah 1000 cermin.
Sesampainya disana, ia melihat ribuan anjing. Di saat ia tersenyum, anjing itu
membalasnya dengan senyuman. Kemudia ia melompat, dan anjing-anjing itu
melaukan hal yang demikian. Seperti halnya ketika seorang anak mendaki gunung,
ia berteriak “aku disini” tiba-tiba terdengar suara menirukan dari suatu arah
di gunung.
Merasa takjub dengan suara gema itu, ia kembali berkata
“aku menyukaimu!”, suara itu berkata “aku mnyukaimu”.
Demikian
kehidupan itu, kehidupan akan memberikan kembali segala yang kau katakan dan
lakukan. Kehidupan kita ini hanyalah pantulan dari perilaku kita, jika kau
menginginkan cinta, maka ciptakanlah cinta lebih hanya di hatimu.
Suatu
hari, seorang raja menawarkan hadiah yang berlimpah kepada orang yang dapat
melukiskan kedamaian.
Pelukis
pertama menggambarkan danau yang indah daan gunung-gunung nan teduh di
sekelilingnya. Dan lukisan yaang kedua, menggambarkan badai yang ganas dengan
hujan deras dan sungai yang mengalir deras. Meski demikian, raja hanya melihat
induk burung bersama anak-anaknya bersarang di celah batu, terlindungi oleh
dahan pohon cemara.
Kemudian
raja berkata “kedamaian tidak berarti harus di dapat di lingkungan yang
menyenangkan. Kedamaian adalah ketenangan di hati di tengah badai kehidupan dan
lukisan inilah yang selama ini ia cari.”
Suatu
hari ada sekelompok kodok yang akan menembus hutan. Tiba-tiba ada dua kodok
terjatuh dalam lubang yang dalam. Sementara teman-teman yang lain menggerumuni
lubang itu dan terus berkata “kalian tidak akan pernah bisa keluar, kalian akan
mati.” Sampai akhirnya kodok yang pertama mati. Sementara kodok yang kedua, ia
tuli. Namun, ia terus berusaha untuk melompat tinggi. Sampai akhirnya ia dapat
keluar dari lubang. Kodok itu mengira teman-temannya memberi semangat untuknya,
jadi :
1.
Ucapan semangat pada seseorang yang sedang putus
asa dapat membangkitkan semangat orang itu dan membuatnyaa mampu menjalani
hari-hari yang sulit.
2.
Ucapan destruktif kepada orang yang sedang putus
asa dapat mematikannya. Karena itu, hati-hati dengan ucapanmu.
Dahulu, ada seorang
gadis yang memiliki watak buruk. Lalu
ibunya menyuruhnya untuk menancapkan paku ke pagar setiap ia marah. “jika kamu
sudah bisa mengendalikan emosimu, cabutlah paku dari pagar itu.” setelah semua
paku itu telah tercabut, ibunya kembali berkata “kau telah berperilaku baik.
Tapi lihatlah lubang di pagar itu, tak pernah sama seperti dahulu. Swaktu kau
marah-marah, kata-katamu menyebabkan lubang persis di pagar ini.”
Kau dapat menancapkan
pisau ke tubuh seseorang dan banyak kata maaf yang kau ucapkan, tapi luka itu
akan tetap ada di situ. Luka karna lisanmu, sepedih luka
tusukanmu
***Kau adalah sahabatku,
dan aku merasa terhormat memiliki teman sepertimu. Tolong maafkan aku telah
meninggalkan lubang di pagar hatimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar